Untuk Minum Mereka Menampung Tetesan Air SPAM

Warga Desa Motongkad Selatan, Kecamatan Motongkad, kesulitan memperoleh air bersih. Satu-satunya sumber air bersih di desa itu, SPAM, hampit tidak berjalan lancar. Tampak warga berusaha menampung tetesan air pada jaringan SPAM, 20 Oktober 2021.

SeputarBoltim.com – Sekitar setahun terakhir ini ratusan warga di dua dusun di Desa Motongkad Selatan, Kecamatan Motongkad, kesulitan air bersih.

Untuk memperoleh kebutuhan air bersih, sebagian warga harus mengambilnya di desa tetangga, Desa Motongkad, yang berjarak lebih dari satu kilometer.

Bacaan Lainnya

“Air bersih kita ambil di SMK Motongkad. Kita gunakan sepeda motor, tiap hari kita ambil air di sana,” kata Yandri Taemong, warga Dusun I Desa Motongkad Selatan, Rabu 20 Oktober 2021.

Dia ungkapkan, untuk kebutuhan mandi dan cuci, mereka memanfaatkan salah satu sumur milik warga setempat.

“Air sumur itu rasanya bergaram (payau) jadi kita hanya gunakan untuk mandi dan cuci pakaian, tidak bisa kita gunakan untuk minum dan memasak,” ungkapnya.

Salah satu sumber air bersih yang tersisah di desa itu adalah air dari jaringan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) yang dibangun tahun 2019.

Namun, air SPAM tersebut tidak berjalan normal. Kata warga setempat, air SPAM ini sempat mereka nikmati beberapa bulan saja.

Sejak hampir setahun terakhir sumber air bersih itu kerap macet.

Air pada jaringan SPAM ini mengalir sangat pelan. Untuk bisa menampung lima liter air saja, warga harus menunggu hingga setengah jam.

Warga juga terpaksa mengeruk jaringan air SPAM tersebut agar air bisa keluar dari selang kemudian ditampung menggunakan galon atau ember.

“Airnya sangat pelan jadi kita berusaha menampungnya. Hanya ini sumber air bersih kita,” kata Nonce Amale.

Warga di desa ini berharap, pemerintah daerah dapat mengatasi masalah krisis air bersih di desa mereka.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *