Pak Kapolri Berikan Saya Keadilan

Jugreli Tabea menunjukkan bukti laporan polisi yang sudah hampir dua tahun mengendap di kepolisian.

SeputarBoltim.com – Laporannya ke polisi mengendap hampir dua tahun, Jugreli Tabea, pemuda asal Desa Kotabunan Selatan, Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Provinsi Sulawesi Utara, meminta keadilan dari Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo.

Kepada wartawan, Jugreli berharap keluhannya ini dapat diketahui dan dijawab oleh orang nomor satu di jajaran Polri itu.

Dia menceritakan, dirinya menjadi korban pemalsuan tandatangan pada 2019 lalu.

Dugaan perbuatan pidana ini telah dia laporkan ke Polsek Kotabunan dengan nomor bukti laporan: STTLP/45/IV/2020/RES-BOLTIM/SEK-KTBN, tanggal 9 April 2020.

Namun, setahun lebih berlalu, laporan tersebut tak kunjung ada perkembangan.

Jugreli menceritakan, pemalsuan tandatangannya itu terjadi saat dirinya masih menjadi Ketua BUMDes Kotsel Jaya, Desa Kotabunan Selatan tahun 2019.

Diduga, pelaku pemalsuan tandatangan tersebut merupakan rekan sesama pengurus  BUMDes. Akibat pemalsuan tersebut, dana BUMDes senilai puluhan juta yang disimpan di rekening Bank SulutGo (BSG) raib.

Jugreli mengaku sempat mengalami dampaknya. Putra pasangan suami istri yang berprofesi sebagai petani ini sempat dicurigai sebagai dalang yang menggelapkan BUMDes.

“Saya meminta keadilan dan kepastian hukum, satu-satunya cara adalah saya meminta bantuan Kapolri agar ada respon atas laporan saya ini,” ujar Jugreli, Jumat 8 Oktober 2021.

Dia mengaku, sudah berulang kali mengecek penanganan laporannya tersebut namun hanya mendapatkan jawaban yang mengambang.

“Tahun lalu saya cek di Polsek katanya laporan saya ditangani oleh Polres, dicek di Polres katanya (penangananya) di Polsek karena laporannya masuk di sana,” ungkap dia.

Dia juga menjabarkan, selain laporan tersebut, ada juga pengaduan warga atas dugaan korupsi dana BUMDes di Polres Boltim pada 2020. Namun, kasus itu diambil alih Pemkab Boltim dan dialihkan ke proses ganti rugi.

“Jika kasus dugaan korupsinya tidak diproses lanjut, maka saya mohon laporan pemalsuan tandatangan yang saya laporkan diproses demi keadilan dan kepastian hukum,” tambahnya.

(Red)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *