Oknum Penyuluh Agama Terlibat KDRT, Begini Reaksi Kemenag

Ahmad Sholeh (Kepala Kantor Kemenag Boltim)

SeputarBoltim.com – AD, 39 tahun, terduga pelaku kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, FH, 36 tahun, menanti sanksi dari instansi tempat dia bekerja.

AD yang kini dalam penahanan Polsek Nuangan diketahui merupakan Penyuluh Agama Islam (PAI) di Kecamatan Nuangan.

Bacaan Lainnya

Kepala Kantor Kementrian Agama Boltim, Ahmad Sholeh, ikut menyayangkan kasus tersebut.

“Saya cukup prihatin dengan kejadian itu. Apalagi ini diduga yang melakukannya seorang penyuluh agama yang semestinya menjadi teladan yang baik bagi umatnya yang dibina,” kata Ahmad Sholeh, via pesan WhatsApp kepada seputarboltim.com, Selasa 9 Nopember 2021.

Ia pun membeberkan, telah mengusulkan pemberian sanksi kepada oknum PAI tersebut.

“Sudah saya usulkan ke Kanwil untuk diberhentikan,” tambahnya.

Kasus yang menjerat oknum PAI ini terjadi pada 5 Nopember 2021.

AD diduga melakukan kekerasan terhadap istrinya, FH, dengan cara menyiramkan air panas ke tubuh korban.

Akibatnya,FH yang merupakan guru kontrak di salah satu sekolah di wilayah Nuangan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Manado karena luka yang diderita.

Dikabarkan pula, dua anak pasangan suami istri ini mengalami trauma karena sempat menyaksikan langsung cek-cek yang berujung kekerasan tersebut.

Kasus KDRT ini sendiri dalam pendampingan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Sulut dan Kabupaten Boltim.

(Red)

Pos terkait