Muhammad Jabir Respon Keluhan Masyarakat Kotabunan

Anggota DPRD Boltim Dapil I Muhammad Jabir melihat drainase di Kotabunan yang tidak berfungsi baik. Buruknya drainase ini dikeluhkan masyarakat Kotabunan pada reses yang digelar Sabtu 7 Agustus 2021.

SeputarBoltim.com – Wakil Ketua DPRD Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Muhammad Jabir menggelar reses untuk masa persidangan kedua 2021 pada Sabtu 7 Agustus 2021.

Reses legislator Dapil I dari Partai Nasdem itu dibuat dalam bentuk pertemuan terbatas dengan konstituen di Desa Kotabunan Bersatu dan peninjauan lapangan.

Bacaan Lainnya

Acara reses dengan penerapan protokol kesehatan ini dihadiri Camat Kotabunan Ahmad Alheid, Sekretaris DPRD Ade Herly Mokoginta, Sangadi Kotabunan Selatan Rengga Paputungan, Sangadi Kotabunan Barat Amina Paputungan, Sangadi Bukaka Arfan Ibrahim, Sekdes Kotabunan Cili Mokoagow, Sekdes Kotabunan Selatan Fekky Makawimbang, serta beberapa tokoh masyarakat dan anggota BPD.

Pada pertemuan itu, peserta reses mengajukan aspirasi mereka dan meminta diperjuangkan oleh Muhammad Jabir di DPRD.

Salah satunya adalah persoalan penyediaan air bersih di tiga desa Kotabunan Bersatu.

Diketahui, sarana air bersih di Kotabunan Bersatu terdiri dari penyediaan air baku, PDAM serta Pamsimas. Untuk air baku dan Pamsimas, pasokan airnya sering bermasalah.

Adapun untuk air PDAM, harganya dikeluhkan terlalu mahal.

Muhammad Jabir berdiskusi dengan perwakilan-perwakilan masyarakat saat pertemuan reses di Kantor Desa Kotabunan. Pelaksanaan reses menerapkan protokol kesehatan.

Selain masalah air bersih, warga juga menyampaikan aspirasi tentang buruknya drainase di Desa Kotabunan dan Kotabunan Selatan.

Ada pula pengeluhan soal jembatan penghubung di desa Kotabunan Selatan yang ambruk sejak beberapa tahun lalu.

“Untuk drainase, jika hujan air biasa meluap ke jalan raya dan merendam rumah-rumah warga,” sebut warga Kotabunan.

Sekdes Kotabunan Selatan Fekky Makawimbang juga mengeluhkan jembatan yang beton di desanya yang sudah rusak akibat abrasi pantai.

Melihat kondisi drainase di Desa Kotabunan.

“Jembatan ini menjadi penghubung alternatif di desa ini. Kondisinya sudah rusak, ini dibangun oleh APBN,” ketus Fekky.

‘Pemilik’ DB 8 N ini pada reses tersebut menuturkan, aspirasi masyarakat yang disampaikan akan dibahas dan diperjuangkan untuk direalisasikan.

Untuk pekerjaan-pekerjaan fisik yang dikeluhkan, kata Jabir, masyarakat perlu permakluman karena kondisi keuangan daerah yang belum stabil akibat refocusing anggaran.

“APBD kita berkurang seratus miliar lebih dibanding tahun-tahun sebelumnya. Makanya untuk saat ini pekerjaan fisik masih kurang. Tapi saya berusaha agar apa yang diaspirasikan masyarakat di reses ini akan ada tindaklanjutnya,” sebut Jabir.

Muhammad Jabir meninjau lokasi jembatan beton yang ambruk akibat abrasi di Desa Kotabunan Selatan.

Pada reses tersebut, Jabir ikut menghadirkan pihak Bina Marga Dinas PU Boltim, Kepala UPTD Air Minum Sumarsono Kurniawan.

Menjawab keluhan-keluhan soal air bersih, kata Sumarsono, pihaknya memiliki formula dalam Rencana Induk Sumber Penyediaan Air Minum (RISPAM).

Dia ikut menyorot banyaknya jaringan air di Desa Kotabunan Bersatu. Mulai dari jaringan air baku, Pamsimas hingga PDAM.

“Kedepan dalam RISPAM akan diatur sehingga jaringan sistem air bersihnya lebih teratur. Ini perencanaan kita di Dinas PU,” jelasnya.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *