Meja-Kursi Minim, Santri Tebuireng Buyat Belajar Melantai

Minimnya meja dan kursi membuat sejumlah pelajar di Pondok Pesantren Miftakhul Khoir Tebu Ireng VII Buyat terpaksa harus melantai saat mengikuti proses belajar mengajar di kelas.

SeputarBoltim.com – Pondok Pesantren Miftakhul Khoir Tebuireng VII di Desa Buyat Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) masih kekurangan sejumlah sarana penunjang kegiatan belajar.

Pengasuh Pondok Pesantren Miftakhul Khoir Tebuireng VII Buyat, Kyai Abdurrahman Modeong, membenarkan hal tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pihak pondok masih membutuhkan meja dan kursi untuk para siswa atau santri di dua sekolah di bawah yayasan itu, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).

“Karena kekurangan meja dan kursi, para siswa dan santri kita kerap belajar sambil melantai. Apapun kondisinya, proses belajar-mengajar tetap kita laksanakan,” kata Kyai Abdurahman Modeong, Minggu (30/1/2022)

Selain meja dan kursi, pondok pesantren ini juga masih membutuhkan bangunan dan peralatan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Adapun untuk asrama, katanya, sudah cukup memadai.

“Asrama santri sudah selesai dibangun dengan kapasitas 80an orang. Ini sudah cukup representatif, kita masih menunggu pengadaan mobilernya (tempat tidur, kasur dan lemari),” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *