Kisah Anak Kuli Bangunan dan Penjual Kue di Molobog Berhasil Jadi Polisi

Dasri Dilapanga bersimpuh di hadapan ibunda, Sulianti Angol, setelah resmi menjadi anggota Polri.

SeputarBoltim.com – Kebahagiaan terpancar dari Gusri Dilapanga dan Sulianti Angkol, pasangan suami istri asal Desa Molobog, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

Pasutri yang berprofesi sebagai kuli bangunan dan penjual kue keliling ini tak berhenti bersyukur setelah putra kedua mereka, Dasri Dilapanga, 19 tahun, lulus menjadi anggota Polri.

Dasri resmi dilantik sebagai polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) bersama 300 siswa anggota Polri oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyanto, Rabu 22 Desember2021.

Dari 300 personil Polri yang baru itu, 45 diantaranya merupakan personil dari Polda Papua.

Bukan mudah untuk bisa lulus menjadi personil korps Bhayangkara. Tanpa tekad yang kuat, Dasri yang dikenal sebagai anak sholeh dan ‘turut-turutan’ oleh keluarganya, tak mungkin bisa sukses melewati berbagai tahapan seleksi.

Dasri sendiri pernah sekali gagal mengikuti seleksi calon anggota Polri pada tahun 2020. Saat itu dia baru saja lulus dari bangku SMA Negeri 3 Kotamobagu.

“Waktu pertama seleksi (2020) itu saya tidak lulus Psikologi. Waktu itu sudah berniat untuk mengikuti tes lagi tahun depan (2021) dan Alhamdulillah kali ini bisa lulus,” kata Dasri di kediamannya, Kamis 23 Desember 2021.

Dasri bertekad ingin membahagiakan kedua orangnya. “Supaya bisa bantu (ekonomi) keluarga,” sebutnya.

Dia berkeinginan agar sang ayah, Gusri Dilapanga, 50 tahun, bisa ‘pensiun’ dari pekerjaannya sebagai kuli bangunan. Profesi ini sudah dijalani ayahnya selama 27 tahun.

“Maunya supaya bapak istrahat dari pekerjaan berat karena usianya sudah 50 tahun. Ingin juga memberangkatkan ibu untuk umroh,” ungkapnya.

Ibunda Dasri, Suliati Angol, berpesan kepada putranya itu agar selalu bersyukur, tidak boleh sombong dan menjaga amanah profesi.

Dasri Dilapanga bersama keluarga usai prosesi pelantikan sebagai anggota Polri, Rabu 22 Desember 2021.

“Tidak boleh menjadi orang sombong, selalu menengok ke bawah (merendahkan diri),” ujar Sulianti menasehati putranya.

Sulianti juga menuturkan, kerap mendoakan anaknya itu di setiap waktu. Sang ayah bahkan selalu mendahului pekerjaannya dengan mendoakan anak-anaknya lebih dulu agar kelak menjadi orang yang berguna untuk banyak orang.

“Doa-doa kami ini yang mungkin sekarang Allah kabulkan. Kami sangat bersyukur dengan apa yang anak kami dapatkan,” ujarnya.

Dasri sendiri menceritakan pengalamannya bagaimana beratnya mengikuti tahapan seleksi calon anggota Polri. Yang paling berkesan dalam ingatannya, ketika tahapan tes jasmani.

Saat itu mereka dites lari angka delapan. Sepatunya yang licin membuat Dasri sempat terjatuh dan nyaris tak menyelesaikan tahapan tersebut.

“Saat itu saya terbayang bagaimana pengorbanan ayah yang lebih berat dari tes ini. Saya jadi bersemangat dan menyelesaikan tes itu dan Alhamdulillah berhasil,” kenangnya.

Berdasarkan pengalamannya itu, Dasri ingin memotivasi putra-putri di daerahnya yang ingin bergabung menjadi anggota Polri.

“Intinya harus selalu semangat, persiapkan diri dengan baik, banyak olah raga dan belajar. Jangan lupa juga selalu berdoa, karena ingin menjadi polisi harus punya tekad dan niat tulus,” imbaunya.

Dasri sendiri kini dikenal sebagai orang Molobog pertama yang lulus menjadi anggota Polri.

Apa yang dialami Dasri ini menepis stigma bahwa hanya orang berpunyalah yang bisa menjadi personil Polri.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *