Dikomplain Enam Desa, Pekerjaan Proyek Bernilai Rp 1 Miliar Terhenti

Proyek pembangunan ruang praktik siswa senilai Rp 1 miliar lebih terhenti sejak sebulan terakhir. Foto diambil Selasa 23 Nopember 2021.

SeputarBoltim.com – Proyek pembangunan ruang praktek siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), terhenti.

Padahal, proyek senilai Rp 1 miliar lebih dari Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulut yang dikerjakan oleh CV El Shadai ini diperkirakan belum mencapai 30 persen.

Bacaan Lainnya

Pantauan di lokasi proyek, di Desa Buyat Tengah, Kecamatan Kotabunan, item pekerjaan bangunan berukuran 30 meter x 11 meter tersebut baru berupa pembuatan pondasi, penimbunan lantai dan dinding dari batu bata.

Kepala SMK Negeri 1 Kotabunan, Sonya Sugianto, saat diwawancara mengatakan, proses pekerjaan pembangunan proyek ini terhenti sejak sebulan terakhir.

“Sebelumnya ada komplen dari para Sangadi Buyat Bersatu. Masalahnya sudah selesai dan terinformasi pihak kontraktor akan kembali melanjutkan pekerjaan dalam minggu ini,” kata Sonya, Selasa 23 Nopember 2021.

Dikatakannya, terkait masalah ini, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulut sempat melihat langsung kondisi pembangunan proyek tersebut.

Sementara itu, beberapa Sangadi yang ditemui wartawan mengatakan, memprotes pekerjaan tersebut karena beberapa alasan.

“Kondisi bangunan yang dikerjakan tidak sesuai lahan. Besi yang digunakan tidak sesuai spek yakni besi besi sepuluh, seharusnya besi dua belas,” kata Sangadi Buyat I, Chandra Modeong.

Begitu juga dengan tiang-tiang bangunan, menurut Chandra, tidak menggunakan cakar ayam dan tidak digali dalam.

“Kami harapkan bangunan ini kuat, tidak membahayakan siswa nantinya. Apalagi daerah kita sering gempa bumi,” sambung Sangadi Buyat II, Ramadhan Mamangge.

Mereka menduga, proyek tersebut tak melalui perencanaan yang baik sehingga proses penyusunan RAB dan gambar bangunan pun tidak sesuai dengan kondisi lahan semestinya.

Berdasarkan informasi di papan proyek, selain pekerjaan bangunan, proyek tersebut juga sekaligus dengan penyediaan perabot.

Masa kerja proyek selama 150 hari kalender sejak 19 Juli 2021 hingga 15 Desember 2021.

(Red)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *