Anak Korban KDRT Diduga Alami Trauma

Wenda Firana Arif (Kepala UPTD PPA Boltim)

SeputarBoltim.com – Insiden dugaan penyiraman air panas yang dialami FH, 36 tahun, pada Jumat 5 Nopember 2021 lalu menyebabkan traumatik bagi dua anak korban.

FH merupakan seorang guru kontrak di wilayah Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Bacaan Lainnya

FH mengalami kekerasan yang diduga dilakukan sang suami, AD, 39 tahun.

Menurut Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Boltim, Wenda Firana Arif, dua anak korban KDRT ini dilakukan pendampingan psikolog dari UPTD PPA Provinsi Sulawesi Utara karena mengalami trauma pasca kejadian nahas yang menimpa ibu mereka.

“Alami trauma karena mereka menyaksikan langsung kejadian itu. Oleh UPTD Provinsi Sulut, keduanya perlu pendampingan konseling dari psikolog,” kata Wenda, Senin 8 Nopember 2021.

Menurut Wenda, korban kini masih di rawat di Rumah Sakit di Kota Manado.

Pihak Polsek Nuangan sendiri diagendakan meminta keterangan BAP kepada korban pada Senin hari ini.

“Pihak UPTD PPA Provinsi Sulut melakukan pendampingan di sana. Untuk pendampingan proses hukumnya dari kami (UPTD PPA Boltim),” ungkap Wenda.

Sementara itu, kasus yang dilaporkan FH ini menjadi kasus KDRT pertama di Boltim yang bergulir di kepolisian yang ditangani UPTD.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *